Sunday, June 2, 2019

Tips dan Trik Bermain Game Kedipan Mata di Instagram Stories!

Instagram mencoba menghadirkan game yang tampilannya mirip dengan game yang sempat popular di 2013 Flappy Bird, yakni Flying Face.

Game di Instagram Stories atau Flying Face menggunakan kedipan mata untuk mengidentifikasi gerakan. Jika Flappy Bird seperti diketahui menggunakan Cara Membuat Polling Di Instagram tangan untuk memencet layar smartphone.

Menariknya, kedua game memang sama-sama memiliki tingkat kesulitan permainan yang sama. Meskipun secara visual sederhana, game cukup sulit untuk dimainkan.

Seperti dilaporkan Hype and Stuff, untuk bermain Flying Face, pertama-tama pengguna harus mengikuti akun Instagram pengembangnya, yakni @dvoshanksky. Setelah itu, Cara Membuat Komentar Kosong Tanpa Aplikasi game Flying Face akan langsung muncul di opsi filter akun Instagram. Pengguna cukup menggunakan filter Instagram Stories untuk bisa memainkan game ini.

Yang menarik, game ini bisa dimainkan cukup dengan kedipan mata karena menggunakan teknologi augmented reality atau AR.

Jadi, Cara Membuat Komentar Kosong Di Instagram dengan Aplikasi permainan ini bergantung pada frekuensi kedipan mata. Jika kedipan mata tepat, kamu bisa membantu burung melewati pilar hijau. Namun jika kedipan matamu tak sesuai momentum, maka burung bisa jatuh dan menabrak pipa.

Untuk diketahui, Flying Face bukan filter resmi dari Instagram. Namun, diluncurkan secara diam-diam dan dibuat oleh pengguna Instagram @dvoshansky. Ia menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) untuk membuat filter. Bahkan Cara Membuat Foto Bergerak di Instagram tak hanya Flying Bird saja, beberapa filter juga hadir pada filter Instagram, sepert pengubah wajah dan wajah menangis.

Meskipun hadir di Instagram Stories, filter Flying Face bukan merupakan filter resmi yang diluncurkan Instagram. Melainkan Cara Membuat Foto Grid Di Instagram oleh akun Instagram @dvoshansky yang menghadirkan teknologi AR (Augmented Reality).

Lengkapnya, Dvoshansky memanfaatkan Spark AR dengan merancang game ini untuk bermain menggunakan ekspresi wajah dan kedipan mata kita untuk membuat burung bergerak ke atas dan ke bawah. Alih-alih mengetuk layar seperti Flappy Bird dan hal lain yang membuat Flying Face berbeda dari Flappy Bird adalah Cara Membuat Feed Instagram Nyambung wajah pemain akan muncul. Aturan untuk mata burung seperti Anda adalah burung yang terbang.

Menariknya lagi, Flying Face ini dapat dimainkan dengan teman-teman. Akan tetapi hanya bisa bermain 2 orang. Metode bermainnya sepertinya mudah, karena hanya menggunakankedipan mata. Tetapi jika Anda mencoba bermain, Anda akan tahu bahwa tidak mudah untuk mengedipkan mata agar burung itu tidak jatuh atau mengenai pilar pembatas.
Dilansir dari laman Beartai, Sabtu (1/6/2019) ada beberapa trik menarik untuk memainkan Flying Face, yakni coba cukup atur kamera di depan. Setelah itu, gunakan kedua tangan untuk menutupi mata. Terakhir, gunakan Cara Membatalkan Pesan DM Instagram ibu jari dan jari telunjuk untuk saling menyentuh alih-alih berkedip.

Nah, ada banyak fitur menarik yang bisa kita gunakan di Instagram Story, seperti berbagai filter yang membuat foto atau vido menjadi lucu dan menarik.

Ada filter wajah kucing, filter wajah anjing, filter wajah kelinci, dan atau filter yang membuat wajah kita berbentuk lucu.

Kalau teman-teman suka menggunakan Instagram Story, ada satu filter lagi yang bisa teman gunakan, lo.

Nah, ada banyak fitur Cara Membagikan Foto atau Video Instagram Ke Whatsapp menarik yang bisa kita gunakan di Instagram Story, seperti berbagai filter yang membuat foto atau vido menjadi lucu dan menarik.

Ada filter wajah kucing, filter wajah anjing, filter wajah kelinci, dan atau filter yang membuat wajah kita berbentuk lucu.

Kalau teman-teman suka menggunakan Instagram Story, ada Cara Private Akun Instagram satu filter lagi yang bisa teman gunakan, lo.

Wednesday, April 3, 2019

Cara Aman Membuka Kunci Ponsel Android dan iOS


Cara Aman Membuka Kunci Ponsel Android dan iOS -  Orang harus berhenti menggunakan pola untuk membuka kunci perangkat mereka, periset telah memperingatkan. Sebuah studi baru menemukan bahwa jauh lebih mudah bagi orang-orang yang mungkin melihat dari balik bahu Anda saat Anda membuka kunci telepon untuk menghafal sebuah pola daripada kode akses. Yang disebut "serangan berselancar bahu" dapat menjadi mudah bagi penjahat untuk merencanakan dan melaksanakannya, namun Anda dapat melindungi diri Anda dengan beralih ke kode PIN dan meningkatkan panjangnya dari empat digit menjadi enam, kata periset.

Mereka mendapat lebih dari 1.000 sukarelawan untuk bertindak sebagai penyerang, menantang mereka untuk menghafal berbagai otentikasi unlocking - PIN empat dan enam digit, dan pola empat dan enam panjang dengan dan tanpa menelusuri garis - dengan melihat korban dari bahu mereka dari berbagai sudut. Nexus 5 inci Nexus 5 dan 6 inci OnePlus One adalah dua handset yang digunakan dalam penelitian ini, karena para periset mengatakan bahwa mereka "serupa dengan beragam tampilan dan faktor bentuk yang tersedia di pasaran saat ini, baik untuk Android maupun iPhone" .

Para periset juga mempertimbangkan pandangan tunggal dan multipel untuk penyerang dan dua posisi tangan yang berbeda untuk ibu jari - jempol satu tangan dan input jari telunjuk dua tangan. 

Studi tersebut menemukan bahwa pola empat panjang dengan garis yang terlihat jauh lebih mudah retak, akibat berselancar bahu daripada jenis otentikasi unlocking lainnya yang mereka uji.

"Kami menemukan bahwa PIN adalah serangan berselancar yang paling aman untuk diserang, dan sementara kedua jenis masukan pola itu buruk, pola tanpa garis memberi keamanan lebih besar," kata periset dari Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat dan Universitas Maryland.

"Panjang input juga memiliki dampak; Otentikasi yang lebih lama lebih aman untuk berselancar bahu. Selain itu, jika penyerang memiliki banyak tampilan otentikasi, kinerja penyerang sangat meningkat. "

Dalam tes, 10,8 persen PIN enam digit retak setelah satu pengamatan. Angka ini meningkat menjadi 26,5 persen setelah dua pengamatan. 64,2 persen dari pola enam panjang dengan garis pelacakan, sementara itu, retak setelah satu pengamatan. Ini naik menjadi 79,9 persen setelah dua pengamatan. 35,3 persen dari enam panjang pola tanpa garis pelacakan retak setelah satu melihat, naik menjadi 52,1 persen setelah dua tampilan.

"Pola yang lebih pendek bahkan lebih rentan," kata periset, yang menambahkan bahwa bahkan orang-orang yang menggunakan teknologi sidik jari atau pemindaian wajah untuk membuka kunci ponsel mereka harus waspada terhadap temuan mereka. 

"Biometrics adalah kemajuan yang menjanjikan dalam otentikasi mobile, namun dapat dianggap sebagai reauthenticator atau perangkat otentikasi sekunder karena pengguna masih diharuskan memiliki PIN atau pola yang mereka masukkan lebih sering karena dampak lingkungan (misalnya, tangan basah) ," mereka berkata.

Referensi:
http://teknosnews.blogspot.com

Thursday, February 21, 2019

Fintech Targetkan Penyaluran Tinggi Gandeng Tokopedia Bukalapak dan Lazada


Jakarta - Taralite, platform fintech pendanaan yang berfokus pada ekosistem e-commerce, menargetkan jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun hingga akhir 2019. Target lainnya, Taralite ingin merangkul jumlah borrower hingga 1 juta.

Sebelumnya, sepanjang 2018 perusahaan fintech itu berhasil menyalurkan pinjaman mendekati Rp400 miliar. Dengan jumlah borrower mencapai sekitar 4.500. Menurut Co-Founder &, Business Development Director Taralite Victor Timothy, potensi Taralite untuk mengakuisisi borrower masih besar.

Victor berkata, "Ekosistem di dalam e-commerce, khususnya merchant-nya, itu yang bisa kami jangkau. Target kami 10% dari 3 juta merchant, berarti 300 ribu. Dari 2015 sampai 2018 borrower baru sekitar 4.500."

Mengenai strategi untuk mencapai targetnya, laki-laki itu mengatakan, startup teknologi finansial miliknya akan mulai memasuki sektor pendanaan pada konsumen di ekosistem e-commerce mulai tahun ini. Pilot project dari layanan itu telah dimulai sejak Januari lalu.

"Untuk strategi, kami akan mulai masuk ke sisi konsumen (e-commerce). Di Januari sudah mulai pilot, hanya orang tertentu yang di whitelist saja yang bisa mencoba fitur paylater-nya. Mungkin grand launching setelah April," jelas Victor kepada Warta Ekonomi, Rabu (20/2/2019).

Untuk mengembangkan layanan peminjaman kepada konsumen, Taralite memiliki tim riset dan pengembangan sendiri. Sebab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam consumer lending, antara lain pemakaian pinjaman dan lokasi si penerima pinjaman. Dalam pinjaman untuk pedagang e-commerce, hal tersebut tak menjadi masalah.

Victor memaparkan, "Karena kalau productive loan kan untuk merchant, kami dapat data penjualan mereka, lalu mereka kirim barang ke mana, pasti dari gudang atau rumah dia, jadi lokasi sudah pasti di situ. Kalau konsumen bisa dibilang, siapa pun bisa mengajukan."

Dalam versi betanya, sejumlah konsumen terpilih diberikan limit kredit untuk melakukan transaksi di platform e-commerce yang bermitra dengan Taralite. Limit kredit itu berkisar di angka Rp1 juta-Rp5 juta.

"Bisa untuk beli apapunlah di e-commerce. Tidak bisa ditarik tunai, jadi tujuannya sudah pasti untuk belanja di e-commerce. Jadi, nanti konsumen melakukan pembayaran (atas limit kredit) di akhir bulan," kata Victor lagi.

Produk utama Taralite saat ini memberikan pendanaan kepada para penjual di marketplace. Adapun, platform e-commerce yang telah menjadi mitra dari Taralite, yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada. Saat ini pun, mereka tengah berdiskusi dengan pihak Shopee untuk menjalin kerja sama.

Sumber: https://www[.]wartaekonomi[.]co[.]id/read216525/gandeng-tokopedia-bukalapak-dan-lazada-fintech-ini-targetkan-penyaluran-tinggi-di-2019.html
Referensi : ,

Fintech Targetkan Penyaluran Tinggi Gandeng Tokopedia Bukalapak dan Lazada


Jakarta - Taralite, platform fintech pendanaan yang berfokus pada ekosistem e-commerce, menargetkan jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun hingga akhir 2019. Target lainnya, Taralite ingin merangkul jumlah borrower hingga 1 juta.

Sebelumnya, sepanjang 2018 perusahaan fintech itu berhasil menyalurkan pinjaman mendekati Rp400 miliar. Dengan jumlah borrower mencapai sekitar 4.500. Menurut Co-Founder &, Business Development Director Taralite Victor Timothy, potensi Taralite untuk mengakuisisi borrower masih besar.

Victor berkata, "Ekosistem di dalam e-commerce, khususnya merchant-nya, itu yang bisa kami jangkau. Target kami 10% dari 3 juta merchant, berarti 300 ribu. Dari 2015 sampai 2018 borrower baru sekitar 4.500."

Mengenai strategi untuk mencapai targetnya, laki-laki itu mengatakan, startup teknologi finansial miliknya akan mulai memasuki sektor pendanaan pada konsumen di ekosistem e-commerce mulai tahun ini. Pilot project dari layanan itu telah dimulai sejak Januari lalu.

"Untuk strategi, kami akan mulai masuk ke sisi konsumen (e-commerce). Di Januari sudah mulai pilot, hanya orang tertentu yang di whitelist saja yang bisa mencoba fitur paylater-nya. Mungkin grand launching setelah April," jelas Victor kepada Warta Ekonomi, Rabu (20/2/2019).

Untuk mengembangkan layanan peminjaman kepada konsumen, Taralite memiliki tim riset dan pengembangan sendiri. Sebab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam consumer lending, antara lain pemakaian pinjaman dan lokasi si penerima pinjaman. Dalam pinjaman untuk pedagang e-commerce, hal tersebut tak menjadi masalah.

Victor memaparkan, "Karena kalau productive loan kan untuk merchant, kami dapat data penjualan mereka, lalu mereka kirim barang ke mana, pasti dari gudang atau rumah dia, jadi lokasi sudah pasti di situ. Kalau konsumen bisa dibilang, siapa pun bisa mengajukan."

Dalam versi betanya, sejumlah konsumen terpilih diberikan limit kredit untuk melakukan transaksi di platform e-commerce yang bermitra dengan Taralite. Limit kredit itu berkisar di angka Rp1 juta-Rp5 juta.

"Bisa untuk beli apapunlah di e-commerce. Tidak bisa ditarik tunai, jadi tujuannya sudah pasti untuk belanja di e-commerce. Jadi, nanti konsumen melakukan pembayaran (atas limit kredit) di akhir bulan," kata Victor lagi.

Produk utama Taralite saat ini memberikan pendanaan kepada para penjual di marketplace. Adapun, platform e-commerce yang telah menjadi mitra dari Taralite, yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada. Saat ini pun, mereka tengah berdiskusi dengan pihak Shopee untuk menjalin kerja sama.

Sumber: https://www[.]wartaekonomi[.]co[.]id/read216525/gandeng-tokopedia-bukalapak-dan-lazada-fintech-ini-targetkan-penyaluran-tinggi-di-2019.html
Referensi : ,

Fintech Targetkan Penyaluran Tinggi Gandeng Tokopedia Bukalapak dan Lazada


Jakarta - Taralite, platform fintech pendanaan yang berfokus pada ekosistem e-commerce, menargetkan jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun hingga akhir 2019. Target lainnya, Taralite ingin merangkul jumlah borrower hingga 1 juta.

Sebelumnya, sepanjang 2018 perusahaan fintech itu berhasil menyalurkan pinjaman mendekati Rp400 miliar. Dengan jumlah borrower mencapai sekitar 4.500. Menurut Co-Founder &, Business Development Director Taralite Victor Timothy, potensi Taralite untuk mengakuisisi borrower masih besar.

Victor berkata, "Ekosistem di dalam e-commerce, khususnya merchant-nya, itu yang bisa kami jangkau. Target kami 10% dari 3 juta merchant, berarti 300 ribu. Dari 2015 sampai 2018 borrower baru sekitar 4.500."

Mengenai strategi untuk mencapai targetnya, laki-laki itu mengatakan, startup teknologi finansial miliknya akan mulai memasuki sektor pendanaan pada konsumen di ekosistem e-commerce mulai tahun ini. Pilot project dari layanan itu telah dimulai sejak Januari lalu.

"Untuk strategi, kami akan mulai masuk ke sisi konsumen (e-commerce). Di Januari sudah mulai pilot, hanya orang tertentu yang di whitelist saja yang bisa mencoba fitur paylater-nya. Mungkin grand launching setelah April," jelas Victor kepada Warta Ekonomi, Rabu (20/2/2019).

Untuk mengembangkan layanan peminjaman kepada konsumen, Taralite memiliki tim riset dan pengembangan sendiri. Sebab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam consumer lending, antara lain pemakaian pinjaman dan lokasi si penerima pinjaman. Dalam pinjaman untuk pedagang e-commerce, hal tersebut tak menjadi masalah.

Victor memaparkan, "Karena kalau productive loan kan untuk merchant, kami dapat data penjualan mereka, lalu mereka kirim barang ke mana, pasti dari gudang atau rumah dia, jadi lokasi sudah pasti di situ. Kalau konsumen bisa dibilang, siapa pun bisa mengajukan."

Dalam versi betanya, sejumlah konsumen terpilih diberikan limit kredit untuk melakukan transaksi di platform e-commerce yang bermitra dengan Taralite. Limit kredit itu berkisar di angka Rp1 juta-Rp5 juta.

"Bisa untuk beli apapunlah di e-commerce. Tidak bisa ditarik tunai, jadi tujuannya sudah pasti untuk belanja di e-commerce. Jadi, nanti konsumen melakukan pembayaran (atas limit kredit) di akhir bulan," kata Victor lagi.

Produk utama Taralite saat ini memberikan pendanaan kepada para penjual di marketplace. Adapun, platform e-commerce yang telah menjadi mitra dari Taralite, yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada. Saat ini pun, mereka tengah berdiskusi dengan pihak Shopee untuk menjalin kerja sama.

Sumber: https://www[.]wartaekonomi[.]co[.]id/read216525/gandeng-tokopedia-bukalapak-dan-lazada-fintech-ini-targetkan-penyaluran-tinggi-di-2019.html
Referensi : ,

Fintech Targetkan Penyaluran Tinggi Gandeng Tokopedia Bukalapak dan Lazada


Jakarta - Taralite, platform fintech pendanaan yang berfokus pada ekosistem e-commerce, menargetkan jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun hingga akhir 2019. Target lainnya, Taralite ingin merangkul jumlah borrower hingga 1 juta.

Sebelumnya, sepanjang 2018 perusahaan fintech itu berhasil menyalurkan pinjaman mendekati Rp400 miliar. Dengan jumlah borrower mencapai sekitar 4.500. Menurut Co-Founder &, Business Development Director Taralite Victor Timothy, potensi Taralite untuk mengakuisisi borrower masih besar.

Victor berkata, "Ekosistem di dalam e-commerce, khususnya merchant-nya, itu yang bisa kami jangkau. Target kami 10% dari 3 juta merchant, berarti 300 ribu. Dari 2015 sampai 2018 borrower baru sekitar 4.500."

Mengenai strategi untuk mencapai targetnya, laki-laki itu mengatakan, startup teknologi finansial miliknya akan mulai memasuki sektor pendanaan pada konsumen di ekosistem e-commerce mulai tahun ini. Pilot project dari layanan itu telah dimulai sejak Januari lalu.

"Untuk strategi, kami akan mulai masuk ke sisi konsumen (e-commerce). Di Januari sudah mulai pilot, hanya orang tertentu yang di whitelist saja yang bisa mencoba fitur paylater-nya. Mungkin grand launching setelah April," jelas Victor kepada Warta Ekonomi, Rabu (20/2/2019).

Untuk mengembangkan layanan peminjaman kepada konsumen, Taralite memiliki tim riset dan pengembangan sendiri. Sebab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam consumer lending, antara lain pemakaian pinjaman dan lokasi si penerima pinjaman. Dalam pinjaman untuk pedagang e-commerce, hal tersebut tak menjadi masalah.

Victor memaparkan, "Karena kalau productive loan kan untuk merchant, kami dapat data penjualan mereka, lalu mereka kirim barang ke mana, pasti dari gudang atau rumah dia, jadi lokasi sudah pasti di situ. Kalau konsumen bisa dibilang, siapa pun bisa mengajukan."

Dalam versi betanya, sejumlah konsumen terpilih diberikan limit kredit untuk melakukan transaksi di platform e-commerce yang bermitra dengan Taralite. Limit kredit itu berkisar di angka Rp1 juta-Rp5 juta.

"Bisa untuk beli apapunlah di e-commerce. Tidak bisa ditarik tunai, jadi tujuannya sudah pasti untuk belanja di e-commerce. Jadi, nanti konsumen melakukan pembayaran (atas limit kredit) di akhir bulan," kata Victor lagi.

Produk utama Taralite saat ini memberikan pendanaan kepada para penjual di marketplace. Adapun, platform e-commerce yang telah menjadi mitra dari Taralite, yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada. Saat ini pun, mereka tengah berdiskusi dengan pihak Shopee untuk menjalin kerja sama.

Sumber: https://www[.]wartaekonomi[.]co[.]id/read216525/gandeng-tokopedia-bukalapak-dan-lazada-fintech-ini-targetkan-penyaluran-tinggi-di-2019.html
Referensi : ,

Wednesday, February 20, 2019

JLC Award 2019, Acara Resmi Milik JNE yang Hadirkan Banyak Hadiah


JAKARTA – Mendukung kemajuan bisnis para UKM khususnya member JLC (JNE Loyalty Card), JNE menggelar JLC Award di Ballroom Hotel Pullman Central Park Jakarta Kamis (14/2). JLC Award 2019 ini bertema Dream Big, Dream Bigger.

Acara tahunan ini adalah momen istimewa bagi JNE untuk memberikan apresiasi tertinggi atas kerja keras member JLC yang kini telah mencapai lebih dari 140 ribu anggota di seluruh nusantara.

Acara ini juga menjadi seremonial penyerahan beragam hadiah fantastis untuk para member JLC yang dinobatkan sebagai pemenang JLC Lucky Draw yang merupakan program pengundian poin tiap tahun untuk semua member JLC.

Hasil dari pengundian tersebut, terpilih 100 orang member JLC yang beruntung, dimana para member tersebut melakukan penukaran poin untuk mengikuti JLC Lucky Draw, yang dikumpulkan sepanjang tahun 2018.

Hadiah menarik pun telah menanti, seperti paket wisata ke Korea dan Bali, motor, peralatan elektronik yang dapat menunjang penjualan online, logam mulia, serta puluhan voucher belanja.

Tidak hanya melalui lucky draw, para member pun berkesempatan mengikuti JLC Race dengan hadiah yang lebih spektakuler lagi. Pada JLC Race 2018, para member yang ikut dibagi menjadi 2 kategori, yaitu: kategori transaksi tertinggi dan jumlah pengiriman terbanyak.

JLC Race 2018 yang dimulai sejak periode 10 Oktober – 31 Desember, lebih spesial dari tahun sebelumnya karena total pemenangnya sebanyak 26 orang member JLC.

Para pemenang tersebut adalah 10 orang pemenang tingkat nasional, yang terdiri dari 5 orang member dengan kategori transaksi tertinggi dan 5 orang kategori jumlah pengiriman terbanyak.

Untuk para pemenang tingkat nasional kategori nilai transaksi tertinggi, JNE menyiapkan hadiah mobil Toyota All New Rush, sepeda motor Royal Enfield, paket wisata ke New Zealand, sepeda motor Honda CBR dan logam mulia.

Sedangkan pemenang tingkat nasional kategori jumlah pengiriman terbanyak, JNE memberikan hadiah berupa mobil Toyota All New Cayla, paket wisata ke Dubai dan Turki, sepeda motor Honda PCX, iPhone Xs dan kamera Fuji Film.

Kemudian dari 8 regional JNE kategori nilai transaksi tertinggi, masing – masing mendapatkan 1 unit unit motor Vario125 CBS. Pemenang tingkat regional kategori jumlah pengiriman terbanyak masing – masing mendapatkan 1 buah Samsung Galaxy Note 9.

“Dengan langkah nyata berupa penyelenggaraan program pemberian apresiasi atas kerja keras para member di seluruh Indonesia selama setahun, ” ujar VP of Marketing JNE Eri Palgunadi

JNE berharap menjadi bagian dari kemajuan UKM. Bentuk apresiasinya diharapkan dapat semakin bermanfaat sesuai tagline Connecting Happiness, agar memacu impian dan semangat para UKM untuk mengembangkan bisnis ke depannya.

Sumber: https://www[.]radartasikmalaya[.]com/jlc-award-2019-bertabur-hadiah/
Referensi Lainnya:
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-paket-jne.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-lamaran-kerja-lewat-email.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-email-lewat-hp.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-cv-lewat-email.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-aplikasi-lewat-whatsapp.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-berhenti-sms-copy-telkomsel.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-berhenti-rbt-xl.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-berhenti-paket-telkomsel.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-mengatasi-layanan-google-play-terhenti.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-menghentikan-nsp-telkomsel.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-mengecek-kiriman-jne-sampai-mana.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-menghapus-pesan-whatsapp.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-uang-lewat-pos.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-pulsa-tri.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-paket-lewat-jne.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-barang-lewat-pos-indonesia.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-mengatasi-sms-tidak-terkirim.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-melihat-log-panggilan-dihapus.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-kirim-skin-mobile-legend.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-kirim-shareit-lewat-bluetooth.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-kirim-pulsa-ke-sesama-telkomsel.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-kirim-lamaran-lewat-pos.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-kirim-file-lewat-email.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-mengatasi-google-play-terhenti.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-menghentikan-penyadapan-whatsapp.html

Cara Cek Resi Standard Express Shopee

Kamu bingung dan bertanya-tanya perihal bagaimana cara cek resi Standard Express Shopee yang mudah dan benar? Seperti yang kita tahu, Shopee...