Thursday, February 21, 2019

Fintech Targetkan Penyaluran Tinggi Gandeng Tokopedia Bukalapak dan Lazada


Jakarta - Taralite, platform fintech pendanaan yang berfokus pada ekosistem e-commerce, menargetkan jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun hingga akhir 2019. Target lainnya, Taralite ingin merangkul jumlah borrower hingga 1 juta.

Sebelumnya, sepanjang 2018 perusahaan fintech itu berhasil menyalurkan pinjaman mendekati Rp400 miliar. Dengan jumlah borrower mencapai sekitar 4.500. Menurut Co-Founder &, Business Development Director Taralite Victor Timothy, potensi Taralite untuk mengakuisisi borrower masih besar.

Victor berkata, "Ekosistem di dalam e-commerce, khususnya merchant-nya, itu yang bisa kami jangkau. Target kami 10% dari 3 juta merchant, berarti 300 ribu. Dari 2015 sampai 2018 borrower baru sekitar 4.500."

Mengenai strategi untuk mencapai targetnya, laki-laki itu mengatakan, startup teknologi finansial miliknya akan mulai memasuki sektor pendanaan pada konsumen di ekosistem e-commerce mulai tahun ini. Pilot project dari layanan itu telah dimulai sejak Januari lalu.

"Untuk strategi, kami akan mulai masuk ke sisi konsumen (e-commerce). Di Januari sudah mulai pilot, hanya orang tertentu yang di whitelist saja yang bisa mencoba fitur paylater-nya. Mungkin grand launching setelah April," jelas Victor kepada Warta Ekonomi, Rabu (20/2/2019).

Untuk mengembangkan layanan peminjaman kepada konsumen, Taralite memiliki tim riset dan pengembangan sendiri. Sebab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam consumer lending, antara lain pemakaian pinjaman dan lokasi si penerima pinjaman. Dalam pinjaman untuk pedagang e-commerce, hal tersebut tak menjadi masalah.

Victor memaparkan, "Karena kalau productive loan kan untuk merchant, kami dapat data penjualan mereka, lalu mereka kirim barang ke mana, pasti dari gudang atau rumah dia, jadi lokasi sudah pasti di situ. Kalau konsumen bisa dibilang, siapa pun bisa mengajukan."

Dalam versi betanya, sejumlah konsumen terpilih diberikan limit kredit untuk melakukan transaksi di platform e-commerce yang bermitra dengan Taralite. Limit kredit itu berkisar di angka Rp1 juta-Rp5 juta.

"Bisa untuk beli apapunlah di e-commerce. Tidak bisa ditarik tunai, jadi tujuannya sudah pasti untuk belanja di e-commerce. Jadi, nanti konsumen melakukan pembayaran (atas limit kredit) di akhir bulan," kata Victor lagi.

Produk utama Taralite saat ini memberikan pendanaan kepada para penjual di marketplace. Adapun, platform e-commerce yang telah menjadi mitra dari Taralite, yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada. Saat ini pun, mereka tengah berdiskusi dengan pihak Shopee untuk menjalin kerja sama.

Sumber: https://www[.]wartaekonomi[.]co[.]id/read216525/gandeng-tokopedia-bukalapak-dan-lazada-fintech-ini-targetkan-penyaluran-tinggi-di-2019.html
Referensi : ,

Fintech Targetkan Penyaluran Tinggi Gandeng Tokopedia Bukalapak dan Lazada


Jakarta - Taralite, platform fintech pendanaan yang berfokus pada ekosistem e-commerce, menargetkan jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun hingga akhir 2019. Target lainnya, Taralite ingin merangkul jumlah borrower hingga 1 juta.

Sebelumnya, sepanjang 2018 perusahaan fintech itu berhasil menyalurkan pinjaman mendekati Rp400 miliar. Dengan jumlah borrower mencapai sekitar 4.500. Menurut Co-Founder &, Business Development Director Taralite Victor Timothy, potensi Taralite untuk mengakuisisi borrower masih besar.

Victor berkata, "Ekosistem di dalam e-commerce, khususnya merchant-nya, itu yang bisa kami jangkau. Target kami 10% dari 3 juta merchant, berarti 300 ribu. Dari 2015 sampai 2018 borrower baru sekitar 4.500."

Mengenai strategi untuk mencapai targetnya, laki-laki itu mengatakan, startup teknologi finansial miliknya akan mulai memasuki sektor pendanaan pada konsumen di ekosistem e-commerce mulai tahun ini. Pilot project dari layanan itu telah dimulai sejak Januari lalu.

"Untuk strategi, kami akan mulai masuk ke sisi konsumen (e-commerce). Di Januari sudah mulai pilot, hanya orang tertentu yang di whitelist saja yang bisa mencoba fitur paylater-nya. Mungkin grand launching setelah April," jelas Victor kepada Warta Ekonomi, Rabu (20/2/2019).

Untuk mengembangkan layanan peminjaman kepada konsumen, Taralite memiliki tim riset dan pengembangan sendiri. Sebab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam consumer lending, antara lain pemakaian pinjaman dan lokasi si penerima pinjaman. Dalam pinjaman untuk pedagang e-commerce, hal tersebut tak menjadi masalah.

Victor memaparkan, "Karena kalau productive loan kan untuk merchant, kami dapat data penjualan mereka, lalu mereka kirim barang ke mana, pasti dari gudang atau rumah dia, jadi lokasi sudah pasti di situ. Kalau konsumen bisa dibilang, siapa pun bisa mengajukan."

Dalam versi betanya, sejumlah konsumen terpilih diberikan limit kredit untuk melakukan transaksi di platform e-commerce yang bermitra dengan Taralite. Limit kredit itu berkisar di angka Rp1 juta-Rp5 juta.

"Bisa untuk beli apapunlah di e-commerce. Tidak bisa ditarik tunai, jadi tujuannya sudah pasti untuk belanja di e-commerce. Jadi, nanti konsumen melakukan pembayaran (atas limit kredit) di akhir bulan," kata Victor lagi.

Produk utama Taralite saat ini memberikan pendanaan kepada para penjual di marketplace. Adapun, platform e-commerce yang telah menjadi mitra dari Taralite, yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada. Saat ini pun, mereka tengah berdiskusi dengan pihak Shopee untuk menjalin kerja sama.

Sumber: https://www[.]wartaekonomi[.]co[.]id/read216525/gandeng-tokopedia-bukalapak-dan-lazada-fintech-ini-targetkan-penyaluran-tinggi-di-2019.html
Referensi : ,

Fintech Targetkan Penyaluran Tinggi Gandeng Tokopedia Bukalapak dan Lazada


Jakarta - Taralite, platform fintech pendanaan yang berfokus pada ekosistem e-commerce, menargetkan jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun hingga akhir 2019. Target lainnya, Taralite ingin merangkul jumlah borrower hingga 1 juta.

Sebelumnya, sepanjang 2018 perusahaan fintech itu berhasil menyalurkan pinjaman mendekati Rp400 miliar. Dengan jumlah borrower mencapai sekitar 4.500. Menurut Co-Founder &, Business Development Director Taralite Victor Timothy, potensi Taralite untuk mengakuisisi borrower masih besar.

Victor berkata, "Ekosistem di dalam e-commerce, khususnya merchant-nya, itu yang bisa kami jangkau. Target kami 10% dari 3 juta merchant, berarti 300 ribu. Dari 2015 sampai 2018 borrower baru sekitar 4.500."

Mengenai strategi untuk mencapai targetnya, laki-laki itu mengatakan, startup teknologi finansial miliknya akan mulai memasuki sektor pendanaan pada konsumen di ekosistem e-commerce mulai tahun ini. Pilot project dari layanan itu telah dimulai sejak Januari lalu.

"Untuk strategi, kami akan mulai masuk ke sisi konsumen (e-commerce). Di Januari sudah mulai pilot, hanya orang tertentu yang di whitelist saja yang bisa mencoba fitur paylater-nya. Mungkin grand launching setelah April," jelas Victor kepada Warta Ekonomi, Rabu (20/2/2019).

Untuk mengembangkan layanan peminjaman kepada konsumen, Taralite memiliki tim riset dan pengembangan sendiri. Sebab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam consumer lending, antara lain pemakaian pinjaman dan lokasi si penerima pinjaman. Dalam pinjaman untuk pedagang e-commerce, hal tersebut tak menjadi masalah.

Victor memaparkan, "Karena kalau productive loan kan untuk merchant, kami dapat data penjualan mereka, lalu mereka kirim barang ke mana, pasti dari gudang atau rumah dia, jadi lokasi sudah pasti di situ. Kalau konsumen bisa dibilang, siapa pun bisa mengajukan."

Dalam versi betanya, sejumlah konsumen terpilih diberikan limit kredit untuk melakukan transaksi di platform e-commerce yang bermitra dengan Taralite. Limit kredit itu berkisar di angka Rp1 juta-Rp5 juta.

"Bisa untuk beli apapunlah di e-commerce. Tidak bisa ditarik tunai, jadi tujuannya sudah pasti untuk belanja di e-commerce. Jadi, nanti konsumen melakukan pembayaran (atas limit kredit) di akhir bulan," kata Victor lagi.

Produk utama Taralite saat ini memberikan pendanaan kepada para penjual di marketplace. Adapun, platform e-commerce yang telah menjadi mitra dari Taralite, yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada. Saat ini pun, mereka tengah berdiskusi dengan pihak Shopee untuk menjalin kerja sama.

Sumber: https://www[.]wartaekonomi[.]co[.]id/read216525/gandeng-tokopedia-bukalapak-dan-lazada-fintech-ini-targetkan-penyaluran-tinggi-di-2019.html
Referensi : ,

Fintech Targetkan Penyaluran Tinggi Gandeng Tokopedia Bukalapak dan Lazada


Jakarta - Taralite, platform fintech pendanaan yang berfokus pada ekosistem e-commerce, menargetkan jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun hingga akhir 2019. Target lainnya, Taralite ingin merangkul jumlah borrower hingga 1 juta.

Sebelumnya, sepanjang 2018 perusahaan fintech itu berhasil menyalurkan pinjaman mendekati Rp400 miliar. Dengan jumlah borrower mencapai sekitar 4.500. Menurut Co-Founder &, Business Development Director Taralite Victor Timothy, potensi Taralite untuk mengakuisisi borrower masih besar.

Victor berkata, "Ekosistem di dalam e-commerce, khususnya merchant-nya, itu yang bisa kami jangkau. Target kami 10% dari 3 juta merchant, berarti 300 ribu. Dari 2015 sampai 2018 borrower baru sekitar 4.500."

Mengenai strategi untuk mencapai targetnya, laki-laki itu mengatakan, startup teknologi finansial miliknya akan mulai memasuki sektor pendanaan pada konsumen di ekosistem e-commerce mulai tahun ini. Pilot project dari layanan itu telah dimulai sejak Januari lalu.

"Untuk strategi, kami akan mulai masuk ke sisi konsumen (e-commerce). Di Januari sudah mulai pilot, hanya orang tertentu yang di whitelist saja yang bisa mencoba fitur paylater-nya. Mungkin grand launching setelah April," jelas Victor kepada Warta Ekonomi, Rabu (20/2/2019).

Untuk mengembangkan layanan peminjaman kepada konsumen, Taralite memiliki tim riset dan pengembangan sendiri. Sebab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam consumer lending, antara lain pemakaian pinjaman dan lokasi si penerima pinjaman. Dalam pinjaman untuk pedagang e-commerce, hal tersebut tak menjadi masalah.

Victor memaparkan, "Karena kalau productive loan kan untuk merchant, kami dapat data penjualan mereka, lalu mereka kirim barang ke mana, pasti dari gudang atau rumah dia, jadi lokasi sudah pasti di situ. Kalau konsumen bisa dibilang, siapa pun bisa mengajukan."

Dalam versi betanya, sejumlah konsumen terpilih diberikan limit kredit untuk melakukan transaksi di platform e-commerce yang bermitra dengan Taralite. Limit kredit itu berkisar di angka Rp1 juta-Rp5 juta.

"Bisa untuk beli apapunlah di e-commerce. Tidak bisa ditarik tunai, jadi tujuannya sudah pasti untuk belanja di e-commerce. Jadi, nanti konsumen melakukan pembayaran (atas limit kredit) di akhir bulan," kata Victor lagi.

Produk utama Taralite saat ini memberikan pendanaan kepada para penjual di marketplace. Adapun, platform e-commerce yang telah menjadi mitra dari Taralite, yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada. Saat ini pun, mereka tengah berdiskusi dengan pihak Shopee untuk menjalin kerja sama.

Sumber: https://www[.]wartaekonomi[.]co[.]id/read216525/gandeng-tokopedia-bukalapak-dan-lazada-fintech-ini-targetkan-penyaluran-tinggi-di-2019.html
Referensi : ,

Wednesday, February 20, 2019

JLC Award 2019, Acara Resmi Milik JNE yang Hadirkan Banyak Hadiah


JAKARTA – Mendukung kemajuan bisnis para UKM khususnya member JLC (JNE Loyalty Card), JNE menggelar JLC Award di Ballroom Hotel Pullman Central Park Jakarta Kamis (14/2). JLC Award 2019 ini bertema Dream Big, Dream Bigger.

Acara tahunan ini adalah momen istimewa bagi JNE untuk memberikan apresiasi tertinggi atas kerja keras member JLC yang kini telah mencapai lebih dari 140 ribu anggota di seluruh nusantara.

Acara ini juga menjadi seremonial penyerahan beragam hadiah fantastis untuk para member JLC yang dinobatkan sebagai pemenang JLC Lucky Draw yang merupakan program pengundian poin tiap tahun untuk semua member JLC.

Hasil dari pengundian tersebut, terpilih 100 orang member JLC yang beruntung, dimana para member tersebut melakukan penukaran poin untuk mengikuti JLC Lucky Draw, yang dikumpulkan sepanjang tahun 2018.

Hadiah menarik pun telah menanti, seperti paket wisata ke Korea dan Bali, motor, peralatan elektronik yang dapat menunjang penjualan online, logam mulia, serta puluhan voucher belanja.

Tidak hanya melalui lucky draw, para member pun berkesempatan mengikuti JLC Race dengan hadiah yang lebih spektakuler lagi. Pada JLC Race 2018, para member yang ikut dibagi menjadi 2 kategori, yaitu: kategori transaksi tertinggi dan jumlah pengiriman terbanyak.

JLC Race 2018 yang dimulai sejak periode 10 Oktober – 31 Desember, lebih spesial dari tahun sebelumnya karena total pemenangnya sebanyak 26 orang member JLC.

Para pemenang tersebut adalah 10 orang pemenang tingkat nasional, yang terdiri dari 5 orang member dengan kategori transaksi tertinggi dan 5 orang kategori jumlah pengiriman terbanyak.

Untuk para pemenang tingkat nasional kategori nilai transaksi tertinggi, JNE menyiapkan hadiah mobil Toyota All New Rush, sepeda motor Royal Enfield, paket wisata ke New Zealand, sepeda motor Honda CBR dan logam mulia.

Sedangkan pemenang tingkat nasional kategori jumlah pengiriman terbanyak, JNE memberikan hadiah berupa mobil Toyota All New Cayla, paket wisata ke Dubai dan Turki, sepeda motor Honda PCX, iPhone Xs dan kamera Fuji Film.

Kemudian dari 8 regional JNE kategori nilai transaksi tertinggi, masing – masing mendapatkan 1 unit unit motor Vario125 CBS. Pemenang tingkat regional kategori jumlah pengiriman terbanyak masing – masing mendapatkan 1 buah Samsung Galaxy Note 9.

“Dengan langkah nyata berupa penyelenggaraan program pemberian apresiasi atas kerja keras para member di seluruh Indonesia selama setahun, ” ujar VP of Marketing JNE Eri Palgunadi

JNE berharap menjadi bagian dari kemajuan UKM. Bentuk apresiasinya diharapkan dapat semakin bermanfaat sesuai tagline Connecting Happiness, agar memacu impian dan semangat para UKM untuk mengembangkan bisnis ke depannya.

Sumber: https://www[.]radartasikmalaya[.]com/jlc-award-2019-bertabur-hadiah/
Referensi Lainnya:
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-paket-jne.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-lamaran-kerja-lewat-email.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-email-lewat-hp.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-cv-lewat-email.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-aplikasi-lewat-whatsapp.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-berhenti-sms-copy-telkomsel.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-berhenti-rbt-xl.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-berhenti-paket-telkomsel.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-mengatasi-layanan-google-play-terhenti.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-menghentikan-nsp-telkomsel.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-mengecek-kiriman-jne-sampai-mana.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-menghapus-pesan-whatsapp.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-uang-lewat-pos.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-pulsa-tri.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-paket-lewat-jne.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-kirim-barang-lewat-pos-indonesia.html
https://www.termudah.com/2019/02/cara-mengatasi-sms-tidak-terkirim.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-melihat-log-panggilan-dihapus.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-kirim-skin-mobile-legend.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-kirim-shareit-lewat-bluetooth.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-kirim-pulsa-ke-sesama-telkomsel.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-kirim-lamaran-lewat-pos.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-kirim-file-lewat-email.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-mengatasi-google-play-terhenti.html
https://www.termudah.com/2019/01/cara-menghentikan-penyadapan-whatsapp.html

Cara Cek Resi Standard Express Shopee

Kamu bingung dan bertanya-tanya perihal bagaimana cara cek resi Standard Express Shopee yang mudah dan benar? Seperti yang kita tahu, Shopee...